Total Tayangan Halaman

Selasa, 01 September 2015

Doa Untuk Negeri dari Kota Pahlawan

.....tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa indonesia....

Pasti semua tahu kan lirik lagu kebangsaan kita yang satu itu. Ya, setiap tahun pada tanggal 17 kita pasti mendengar lagu tersebut pada acara upacara. Sebagai wujud rasa nasionalisme kita pada negeri kita tercinta ini.

Semua provinsi di Indonesia mempunyai acara- acara unik yang dilakukan untuk  memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang pasti dilakukan yaitu memeriahkan hari kemerdekaan dengan mengadakan pesta rakyat yang diisi dengan berbagai perlombaan seperti  lomba balap karung, lomba balap kelereng, lomba makan kerupuk, lomba tarik tambang hingga yang paling ekstrim yaitu lomba panjat pinang. Keseruan-keseruan yang terjadi ketika lomba merupakan wujud kecintaan masyarakat Indonesia pada bangsa ini.

Perayaan hari kemerdekaan republik Indonesia di Jawa Timur, tepatnya di Surabaya sama meriahnya dengan yang terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia. Namun, ada yang tampak berbeda. Hal ini lah yang saya rasakan pada saat malam hari kemerdekaan tepat pada tanggal 16 agustus. Saat saya dengan seorang teman saya jalan-jalan sore naik sepeda (red- motor) hingga malam hari pulang lewat gang-gang kecil diseputaran kampus. Kami susah pulang karena banyak jalan yang ditutup oleh tenda-tenda yang biasa digunakan untuk acara pesta. Awalnya saya mengira bahwa ada yang sedang mengadakan hajatan. Tanpa pikir panjang saya ambil jalan di gang kecil lainnya dan hal yang sama saya dapati beberapa lorong atau gang ditutup akhirnya saya harus memutar ke jalan raya. Usut punya usut ternyata tenda-tenda itu bukan tenda untuk orang yang sedang hajatan melainkan tenda yang dipakai masyarakat tersebut untuk doa bersama. 

“Doa bersama?” Tanyaku pada salah seorang teman yang berdomisili di Jawa Timur. Ya temanku menjelaskan bahwa doa bersama atau Bari’an adalah ritual yang dilakukan sebahagian masyarakat disini untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur. Ia menambahkan kalau di kabupaten lain di Jawa Timur malah lebih meriah karena ada acara makan bersamaatau yang mereka sebut Kenduren  setelah doa bersama. Hal ini bertujuan untuk mempererat kesatuan dan persatuan.

 Acara puncak  keesokan harinya tepat di hari kemerdekaan dengan mengadakan perlombaan. Perlombaan yang dilakukan seharian penuh dan malam puncaknya akan dimeriahkan dengan hiburan dari masyarakat setempat dengan menampilkan tarian daerah dan orkestra.

Saya sebagai pemudi bangsa Indonesia merasa kagum dan bangga serta terharu. Hal ini tidak terjadi di kampung halaman saya yang berada di ujung Pulau Sumatera sana. Masyarakat di kanmpung saya hanya memeriahkan hari kemerdekaan dengan hal-hal yang seru-seru  seperti perlombaan-perlombaan. Ada baiknya jika doa bersama ini dapat dilakukan di setiap daerah di seluruh Indonesia agar seluruh rakyat dapat mendoakan negri kita tercinta ini sehingga dapat lebih baik lagi ke depannya. Amin .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar