.....tujuh
belas agustus tahun empat lima
Itulah hari
kemerdekaan kita
Hari merdeka,
nusa dan bangsa
Hari lahirnya
bangsa indonesia....
Pasti semua tahu kan lirik lagu kebangsaan kita yang satu itu. Ya, setiap tahun pada tanggal 17 kita pasti mendengar lagu tersebut pada acara upacara. Sebagai wujud rasa nasionalisme kita pada negeri kita tercinta ini.
Semua provinsi di Indonesia mempunyai acara- acara unik yang dilakukan
untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik
Indonesia. Acara yang pasti dilakukan yaitu memeriahkan hari kemerdekaan dengan
mengadakan pesta rakyat yang diisi dengan berbagai perlombaan seperti lomba balap karung, lomba balap kelereng,
lomba makan kerupuk, lomba tarik tambang hingga yang paling ekstrim yaitu lomba
panjat pinang. Keseruan-keseruan yang terjadi ketika lomba merupakan wujud
kecintaan masyarakat Indonesia pada bangsa ini.
Perayaan hari kemerdekaan republik Indonesia di Jawa Timur, tepatnya di
Surabaya sama meriahnya dengan yang terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia.
Namun, ada yang tampak berbeda. Hal ini lah yang saya rasakan pada saat malam
hari kemerdekaan tepat pada tanggal 16 agustus. Saat saya dengan seorang teman
saya jalan-jalan sore naik sepeda (red- motor) hingga malam hari pulang lewat
gang-gang kecil diseputaran kampus. Kami susah pulang karena banyak jalan yang
ditutup oleh tenda-tenda yang biasa digunakan untuk acara pesta. Awalnya saya
mengira bahwa ada yang sedang mengadakan hajatan. Tanpa pikir panjang saya
ambil jalan di gang kecil lainnya dan hal yang sama saya dapati beberapa lorong
atau gang ditutup akhirnya saya harus memutar ke jalan raya. Usut punya usut
ternyata tenda-tenda itu bukan tenda untuk orang yang sedang hajatan melainkan
tenda yang dipakai masyarakat tersebut untuk doa bersama.
“Doa bersama?” Tanyaku pada salah seorang teman yang berdomisili di Jawa Timur. Ya temanku menjelaskan bahwa doa bersama atau Bari’an adalah ritual yang dilakukan sebahagian masyarakat disini untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur. Ia menambahkan kalau di kabupaten lain di Jawa Timur malah lebih meriah karena ada acara makan bersamaatau yang mereka sebut Kenduren setelah doa bersama. Hal ini bertujuan untuk mempererat kesatuan dan persatuan.
Acara puncak keesokan harinya tepat di hari kemerdekaan
dengan mengadakan perlombaan. Perlombaan yang dilakukan seharian penuh dan
malam puncaknya akan dimeriahkan dengan hiburan dari masyarakat setempat dengan
menampilkan tarian daerah dan orkestra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar