Lumajang, yeeeeee..... senang
bukan main perasaanku ketika Mas Andi, teman PPL PPG ku di SPENTIPAT (baca: SMP
N 34 Surabaya) mengajak aku dan teman-teman yang lain untuk jalan-jalan ke
Lumajang. Hal yang membuat aku penasaran dan ingin segera ke Lumajang adalah
pisangnya. Ya, di Lumajang ada pisang Agung, sebuah jenis pisang yang
hanya ada di Lumajang. Pisang ini cukup unik karena bentuknya yang jauh lebih
besar daripada pisang-pisang lain yang ada di Indonesia. Pisang jenis ini
besarnya bisa mencapai lengan orang dewasa, we ow we kan???
Perjalanan kali ini sangat menyenangkan
karena kami mengendarai motor. Selain lebih murah, perjalanan naik motor itu
lebih berasa tantangannnya. Segala hal yang mempunyai tantangan ini sangat
berguna untuk menyegarkan kembali segala keruwetan alias kesibukan selama PPL
di sekolah.
Hari jumat sore tepatnya pukul
setengah lima waktu asrama Putra Lidah Wetan, Sepanjang, Surabaya kami
berkumpul dan memulai perjalanan yang katanya sekitar 4 sampai 5 jam lamanya dengan
mengendarai motor. Aku dan 12 orang temanku yang lain yang terdiri dari 10
orang perempuan termasuk aku dan 3 orang laki-laki mengendarai 7 motor. Kami pergi
secara beriringan karena diantara kami tidak ada yang tahu jalan kecuali yang
punya rumah, Mas Andi. Lagipula kami harus saling berdekatan agar terhindar
dari pembegalan (rampok) di jalan. Begal sekarang sedang marak-maraknya apalagi
di daerah yang akan kami lalui yaitu Pasuuan- Probolinggo- Lumajang.
Bismillah....kami pun berangkat melawati
jalur sidoarjo, Porong daerah yang terkenal dengan Lumpur Lapindo nya. Walaupun
tidak bisa melihat langsung daerah lumpur Lapindo nya karena dibentengi oleh
benteng beton yang tinggi ya setidaknya aku pernah melewati daerahnya. Dilanjutkan
dengan melintasi jalan pasuruan yang panjang dengan padatnya lalu lintas dengan
segala macam truk baik yang single maupun truk double alias truk gandeng.
Ketika tiba waktu maghrib kami
singgah di POM bensin untuk mengisi bensin dan mengisi bensin. Kemudian kami
melanjutkan perjalanan kembali hingga di daerah yang sama Pasuruan kami berhenti
sejenak untuk meregangkan badan istirahat sambil memakan bekal makanan yang
kami bawa dari asrama. Kami makan nasi bungkus beramai-ramai. Ah nikmat
rasanya.
Setelah Pasuruan kami tiba di
Probolinggo. Setelah melewati kota dan alun-alun Probolinggo kami sampai ke
suatu daerah bernama Leces. Awalnya kami mau singgah di daerah tersebut karena
teman sekamarku tinggal di sana, namun karena waktu yang sudah menunjukkan
pukul 8.30 tidak memungkinkan untuk bertamu jadi kami melanjutkan perjalanan.
Niat hati tidak singgah ke rumah
Desty Temen sekamarku agar cepat tiba di rumah Mas Andi eh malah kena macet. Macet
parah. Kami terhalang olah ribuan truk pengangkut pasir, buah dan lain-lain
hingga hampir 20 KM. Kemacetan parah yang baru kualami seumur hidup. Walaupun begitu
untung kami mnegndarai motor, jadi kami dapat menggunakan jalan pintas melewati
tingginya badan truk yang berisi muatan yang luar biasa. Hingga akhirnya
sampailah kami di Kota Lunmajang. Belum sampai ternyata. Kami harus melewati
kota Lumajang sekitar 30 menit lamanya hingga kami tiba di rumahnya Mas Andi di Desa Tempeh, Kecamatan Tempeh Tengah, Lumajang.
Setibanya di rumah Mas Andi pada
pukul 11 malam itu kami telah disuguhi “ wong udo” atau “Ote-ote” yaitu cemilan
yang di daerahku di kenal dengan sebutan bakwan. Dengan menyeruput segelas teh
dan makan ote-ote dapat meredakan rasa lelah. Lalu kami tidur agar dapat lebih
menikmati trip di Lumajang yang rencananya kami akan ke Tumpak Sewu. Hai
Tumpak Sewu!!!!

