Tak terbayangkan sebelumnya bahwa aku
akan tinggal di pulau, ya pulau besar yang berada di provinsi Sumatera Utara,
yakni pulau Nias. Pulau yang terletak paling barat provinsi sumut ini terkenal
dengan ombak lautnya yang membuat banyak wisatawan khususnya yang hobi bermain
selancar (Surfing) tertarik untuk mencoba kedahsyatan ombaknya. Selain itu, ada
juga tradisi Ombo Batu/ Lompat Batu yang menjadi atraksi nomor
satu yang selalu disuguhkan untuk para pelancong yang datang ke pulau nias ini.
Belum banyak orang yang mengetahui
keindahan tersembunyi yang ada di Nias, terutama di Kabupaten Nias Selatan,
tempat aku tinggal sekarang. Aku tinggal di sebuah desa yang terletak di daerah
pegunungan yang ada di kecamatan Susua, sebuah desa di atas ketinggian.......Mdpl.
Tak banyak orang baru yang berkunjung ke sini. Bahkan masyarakat lokal yang
berdomisili di kota kabupaten saja tak banyak yang tahu ketika menyebutkan
Susua atau Hilidanayao (baca: Hilidanaya e)
Seperti daerah-daerah terpencil lainnya
di wilayah Indonesia, susua adalah daerah pegunungan. Menurut bahasa setempat Susua berarti sungai. Sungai panjang
yang berkelok-kelok membantang sepanjang daerah susua. Akses jalan yang masih
jauh dari layaklah yang dihadapi masyarakat susua. Jalan lintas kecamatan yang
masih tanah. Lalu struktur tanah yang liat menyusahkan setiap pejalan kaki
bahkan pengendara motor dan mobil. Mobil yang bisa masuk hanya mobil jenis
tertentu seperti mobil strada. Orang setempat menyebutnya mobil garda dua.
Bulan berganti bulan jalan menuju susua
tidak lagi separah pertama kali aku tiba disini. Sekarang sebahagian jalan
sudah ditambal batu-batu sungai sehingga memudahkan pejalan kaki dan pengendara
lewat. Pengerjaan jalan ini dikerjakan manual. Setiap warga di susua ini
mengumpulkan batu di pinggir jalan dengan upah lima ratus ribu per 1 kubik batu
yang diambil. Bagaimana cara mengambil batunya? Kalau aku yang ditanya aku akan
jawab tak sanggup. Setelah banyak batu terkumpul masyarakat akan membuat
susunan batu tersebut dengan menggunakan palu batu.
Sekarang jika musim kemarau akan lebih
mudah mengakses jalan ke susua. Jika musim hujan masih agak susah karena tanah
akan sangat licin di sebahagian jalan yang dilalui.
